Selasa, 17 Januari 2017

Tantangan

Tantangan
كَلَّا اِنَّ الْاِنْسَانَ لَيَطْغي اَنْ رَاهُ اسْتَغْنَى اِنَّ اِلى رَبِّكَ الرُّجْع
Ingat, sesungguhnya manusia itu pengecut. Ketika melihat dirinya merasa cukup. Sesungguhnya kepada Tuhanmulah kamu kembali.
Diriwayatkan didalam beberapa kitab tafsir, Baginda Rasulullah Muhammad saw awal dijadikan rasul mendapatkan wahyu surat Al-Alaq Iqro’. Setelah itu tidak ada wahyu lagi sampai 3 th. Dan ada yang meriwayatkan 10 th. Beliau bermukim di Mekkah selama 13 th. Dan Beliau diancam akan dibunuh orang kafir Mekkah, kemudian Allah memerintahkan kepada Beliau agar berhijrah kekota Madinah.
Riwayat ini salah satu tanda bukti yang menunjukkan bahwa betapa beratnya Beliau berjuang dan berjuang menyampaikan wahyu dari Allah SWT surat Al-Alaq Iqro’ pada orang Mekkah dan sekitarnya. Mereka banyak yang menolak, tidak faham, inkar, merekayasa, melawan dan menantang. Bahkan diantara mereka ada yang menyakiti dan mendzaliminya lahir dan batin. Mereka mereka yang tidak faham dan inkar itu bukan orang yang bodoh, bahkan orang yang cerdas dan terhormat diantara mereka. Seperti Abu Jahal paman Rasulullah sendiri, dia itu bukan orang bodoh, dia cerdas. Dan dia bukan orang hina bahkan dia termasuk orang terhormat.  Dia dijuluki Abu Jahal karena dia orang yang egois sombong dan pengecut, dia tidak mau menerima kenyataan yang ada, walaupun toh otaknya menerimanya bahwa: Nabi Muhammad itu utusan Allah SWT dan Firman Allah yang disampaikan itu benar. Akan tetapi hati Abu Jahal tertutup dan dia tetap kufur menolaknya.
Cerita sifat Abu Jahal yang amat ego pengecut dan sombong pada kebenaran ini hendaknya tidak sampai menular. Dan belum bisa dikatakan satria pewaris perjuangan Rasulullah yang tangguh kalau belum pernah ada orang yang inkar, merekayasa, melawan dan menantangnya.
Ketika otak manusia hanya terisi ilmu dzahir dan ilmu pengetahuan duniawi yang maju dan canggih dan tidak pernah diukir dengan bacaan nama nama Allah SWT yang bagus (Asmaul-Husna), dan hatinya gelap karena dosa dan sifat tercela yang menyelimuti dan otaknya berjalan sendiri sudah tidak menyatu dengan hati nurani, kemudian prilakunya tak terkendali hanya mengikuti hawa nafsunya sendiri maka itu tanda bahwa mereka sudah keluar dari jalur hidup yang sejati (sebenarnya) dan cepat-cepatlah kembali pada petunjuk Allah Surat Al-Alaq dan buktikan dengan membaca dan membaca pasti dijamin Allah SWT, mendapatkan petunjuk hidayahNya, ra.
Dan jangan sampai ada yang berani mencoba coba FirmanNya, apa lagi seperti Abujahal. Mau apa, kemana dan kepada siapa lagi mereka kembali hidup didunia ? Adakah mereka akan hanya seperti itu itu saja?. Akankah mereka mencari solusi pada selain Firman Allah yang terbatas dan bahkan ada juga yang bias ?.  Jawaban yang tepat, ketika ingin lebih cepat, tiada lain kembali memperhatikan dan mempraktekkan pada Firman Allah dimulai dari 1qro’ Surat Al-Alaq sebagai fondamen atau rumus asas agama Islam serta hadis Nabi dan belajar kepada Ulama’ pewaris perjuangan Nabi saw dan Kyai Ustadz yang ahli dan benar (Mursyid).

Begitupun suatu bangsa, ketika uang itu sudah dijadikan tuhan alat kepentingan dan kekuasaan, dan mereka membiasakan kebiadaban dan kepemihakan sesama warga negara, dan memecah belah demi kepentingan, kemudian tidak ada takut melanggar hukum dianggap suatu kebiasaan karena punya persekongkolan bisa ringan bahkan bebas. Maka itu suatu pertanda bahwa tidak akan lama lagi bangsa itu akan hancur berantakan jikalau tidak cepat kembali (bak to basic} pada asas Pancasila sejati dengan sungguh-sungguh dipraktekkan, tidak hanya dibangga banggakan dan ditampilkan sebagai hiasan.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar