Tantangan
كَلَّا اِنَّ الْاِنْسَانَ لَيَطْغي اَنْ رَاهُ اسْتَغْنَى
اِنَّ اِلى رَبِّكَ الرُّجْع
Ingat,
sesungguhnya manusia itu pengecut. Ketika melihat dirinya merasa cukup.
Sesungguhnya kepada Tuhanmulah kamu kembali.
Diriwayatkan didalam beberapa kitab tafsir,
Baginda Rasulullah Muhammad saw awal dijadikan rasul mendapatkan wahyu surat
Al-Alaq Iqro’. Setelah itu tidak ada wahyu lagi sampai 3 th. Dan ada yang
meriwayatkan 10 th. Beliau bermukim di Mekkah selama 13 th. Dan Beliau diancam
akan dibunuh orang kafir Mekkah, kemudian Allah memerintahkan kepada Beliau
agar berhijrah kekota Madinah.
Riwayat ini salah satu tanda bukti yang
menunjukkan bahwa betapa beratnya Beliau berjuang dan berjuang menyampaikan
wahyu dari Allah SWT surat Al-Alaq Iqro’ pada orang Mekkah dan sekitarnya.
Mereka banyak yang menolak, tidak faham, inkar, merekayasa, melawan dan
menantang. Bahkan diantara mereka ada yang menyakiti dan mendzaliminya lahir
dan batin. Mereka mereka yang tidak faham dan inkar itu bukan orang yang bodoh,
bahkan orang yang cerdas dan terhormat diantara mereka. Seperti Abu Jahal paman
Rasulullah sendiri, dia itu bukan orang bodoh, dia cerdas. Dan dia bukan orang
hina bahkan dia termasuk orang terhormat.
Dia dijuluki Abu Jahal karena dia orang yang egois sombong dan pengecut,
dia tidak mau menerima kenyataan yang ada, walaupun toh otaknya menerimanya
bahwa: Nabi Muhammad itu utusan Allah SWT dan Firman Allah yang disampaikan itu
benar. Akan tetapi hati Abu Jahal tertutup dan dia tetap kufur menolaknya.
Cerita sifat Abu Jahal yang amat ego pengecut
dan sombong pada kebenaran ini hendaknya tidak sampai menular. Dan belum bisa
dikatakan satria pewaris perjuangan Rasulullah yang tangguh kalau belum pernah
ada orang yang inkar, merekayasa, melawan dan menantangnya.
Ketika otak manusia hanya terisi ilmu dzahir dan
ilmu pengetahuan duniawi yang maju dan canggih dan tidak pernah diukir dengan
bacaan nama nama Allah SWT yang bagus (Asmaul-Husna), dan hatinya gelap karena
dosa dan sifat tercela yang menyelimuti dan otaknya berjalan sendiri sudah
tidak menyatu dengan hati nurani, kemudian prilakunya tak terkendali hanya
mengikuti hawa nafsunya sendiri maka itu tanda bahwa mereka sudah keluar dari
jalur hidup yang sejati (sebenarnya) dan cepat-cepatlah kembali pada petunjuk
Allah Surat Al-Alaq dan buktikan dengan membaca dan membaca pasti dijamin Allah
SWT, mendapatkan petunjuk hidayahNya, ra.
Dan jangan sampai ada yang berani mencoba coba
FirmanNya, apa lagi seperti Abujahal. Mau apa, kemana dan kepada siapa lagi
mereka kembali hidup didunia ? Adakah mereka akan hanya seperti itu itu saja?.
Akankah mereka mencari solusi pada selain Firman Allah yang terbatas dan bahkan
ada juga yang bias ?. Jawaban yang tepat,
ketika ingin lebih cepat, tiada lain kembali memperhatikan dan mempraktekkan
pada Firman Allah dimulai dari 1qro’ Surat Al-Alaq sebagai fondamen atau rumus
asas agama Islam serta hadis Nabi dan belajar kepada Ulama’ pewaris perjuangan
Nabi saw dan Kyai Ustadz yang ahli dan benar (Mursyid).
Begitupun suatu bangsa, ketika uang itu sudah
dijadikan tuhan alat kepentingan dan kekuasaan, dan mereka membiasakan
kebiadaban dan kepemihakan sesama warga negara, dan memecah belah demi
kepentingan, kemudian tidak ada takut melanggar hukum dianggap suatu kebiasaan
karena punya persekongkolan bisa ringan bahkan bebas. Maka itu suatu pertanda
bahwa tidak akan lama lagi bangsa itu akan hancur berantakan jikalau tidak
cepat kembali (bak to basic} pada asas Pancasila sejati dengan sungguh-sungguh
dipraktekkan, tidak hanya dibangga banggakan dan ditampilkan sebagai
hiasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar